Elhakeem88′s Blog

Li ridloillah Ta’ala

Muallaf Kontroversi Jerman Menangkan Penghargaan Al-Quran

DUBAI – Seorang penulis dan peneliti terkenal dari Jerman, Murad Hoffman, terpilih sebagai Personality of the Year oleh Dubai International Holy Quran Award (DIHQA), yang diumumkan pada hari Selasa dalam sesi kompetisi Al Qur’an.

DIHQA setiap tahun memberikan penghargaan pada seorang figur Islam atas kontribusinya terhadap Islam, dengan sesi ke-13 tahun ini diberikan pada Dr. Hoffman. Kompetisi Al Qur’an tersebut melibatkan 85 kontestan dari berbagai negara yang berkompetisi untuk memperoleh posisi 10 besar.

Menurut Ebrahim Bu Melha, Ketua DIHQA, Dr. Hoffman terpilih atas sejumlah kontribusi dan publikasinya mengenai Islam dan masuknya ia ke dalam agama Islam. “Hoffman memenangkan penghargaan itu atas tulisannya yang menakjubkan dalam memperkenalkan ajaran Islam ke seluruh dunia dan atas pengabdiannya terhadap Islam dan Muslim,” situs resmi DIHQA melaporkan pernyataan ketua komite penyelenggara, Ebrahim Bu Melha.

Hoffman terlahir sebagai seorang Katolik pada tahun 1931 di Schaumburg, barat laut Jerman. Ia kemudian masuk Islam pada tahun 1980 setelah menyaksikan Perang Kemerdekaan Aljazair dan karena kesenangannya pada seni Islami. Dalam tulisan-tulisannya sendiri Dr. Hoffman menyebutkan tentang masuknya Ia ke dalam agama Islam dan saat-saat ia berada di Aljazair, “Saya menyaksikan kesabaran dan ketahanan rakyat Aljazair dalam menjalani penderitaan yang ekstrem, disiplin mereka yang luar biasa dalam bulan Ramadhan, keyakinan mereka akan kemenangan, juga rasa kemanusiaan mereka di tengah-tengah penderitaan.”

Ia merasa bahwa agamalah yang membuat rakyat Aljazair seperti itu, sejak saat itu ia mulai mempelajari Al Qur’an. “Saya belum pernah berhenti membacanya, hingga hari ini,” ujarnya.

Posisinya sebagai seorang pejabat tinggi pemerintahan membuat kepindahannya ke Islam menjadi kontroversi. Sejak tahun 1961 hingga 1994, ia bekerja sebagai duta besar Jerman di Swiss, Perancis, Yugoslavia, Aljazairs, dan Maroko. Di awal karirnya, Hoffman bekerja sebagai seorang spesialis isu-isu pertahanan nuklir. Ia kemudian menjadi Direktur Informasi untuk NATO di Brussel dari tahun 1983 hingga 1987, lalu duta besar untuk Aljazairs sejak tahun 1987 hingga 1990, dan duta besar untuk Maroko dari tahun 1990 hingga 1994.

Hoffman telah menulis sejumlah buku termasuk “Kenangan Seorang Muslim Jerman” (1990), “Islam: Alternatif” (1992), “Perjalanan ke Makkah” (1996), “Islam” (2000), dan “Agama yang sedang Tumbuh: Islam di Milienium Ketiga” (2000), semuanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Ia juga telah menulis bermacam artikel tentang status mulia Islam di Barat, terutama di AS pasca Serangan 11 September.

Hoffman merupakan salah satu penandatangan A Common Word Between Us and You, sebuah surat terbuka oleh cendekiawan Islam kepada para pemimpin Kristen yang menyerukan perdamaian dan pemahaman.

Kini ia tinggal bersama istrinya yang keturunan Turki di Istanbul, Turki. Dr. Hoffman adalah anggota kehormatan dan penasihat untuk Dewan Pusat Muslim di Jerman. (rin/iqn/gn/gm/smedia)

Sumber : http://swaramuslim.net/

Oktober 8, 2009 Posted by | Aqidah Islam, Muallaf | 1 Komentar

Keajaiban Ramadan, Pekerja Asing di Saudi Berbondong Bondong Masuk Islam


660 warga Cina yg bekerja di Arab Saudi memeluk Islam.


Mualaf warga negara Filippina

Bulan suci Ramadhan telah menjadi saat yang populer bagi banyak non-Muslim, terutama para pekerja migran Filipina, untuk masuk agama Islam.

Setiap hari di, Islamic Centre di seluruh penjuru Arab Saudi membuka pintunya bagi para pekerja migran non-Muslim yang memutuskan untuk bergabung dengan agama tercepat pertumbuhannya di dunia ini. Selama bulan Ramadhan, organisasi-organisasi Muslim mengadakan kamp-kamp yang diikuti para pekerja migran yang ingin berbuka puasa.

Salah satu Islamic Centre, Cooperative Office for Call and Guidance at Al-Bat’ha (COCG Al-Bat’ha) di Riyadh, menyaksikan sekitar 200 calon mualaf dari berbagai negara datang ke tempatnya setiap bulan.

“Terima kasih pada Allah, jumlah mereka yang masuk Islam setiap bulan antara 180-200 orang, dari berbagai negara,” ujar direktur COCG, Sheikh Nouh al-Qarain.

“Sebagian besar dari mereka ingin masuk Islam karena konsep ketauhidan. Mereka ingin menyembah satu Tuhan dan hanya satu,” ujarnya.

Proses menjadi seorang Muslim melibatkan pencarian ilmu pengetahuan tentang agama Islam dan mengikuti upacara yang dipimpin oleh seorang imam, di mana mualaf diminta untuk mengucapkan dua kalimat shahadat.

Reaksi dari para mualaf setelah itu beragam. Seorang mualaf dari Filipina bernama Adcel Maglintian, mengatakan bahwa Islam memberinya sebuah kehidupan baru.

“Saya merasa seperti bayi yang baru lahir, kehidupan baru, kehidupan baru, jadi sekarang saya akan memulai kehidupan baru saya sebagai seorang Muslim. Saya sangat, sangat, sangat senang,” ujarnya.

Baca selebihnya »

September 13, 2009 Posted by | Muallaf | 2 Komentar

Idris Tawfiq, Mantan Pastor yang Memilih Islam

Allah menyeru manusia ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).” (QS Yunus: 25)

Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan hidayah (jalan kebaikan) kepada siapa saja yang dikehendakinya untuk memilih Islam. Tak peduli siapa pun. Baik dia budak, majikan, pejabat, bahkan tokoh agama non-Islam sekalipun. Ayat tersebut, layak disematkan pada Idris Tawfiq , seorang pastor di Inggris yang akhirnya menerima Islam. Ia menjadi mualaf setelah mempelajari Islam dan melihat sikap kelemahlembutan serta kesederhanaan pemeluknya.

Sebelumnya, Idris Tawfiq adalah seorang pastor gereja Katholik Roma di Inggris. Mulanya, ia memiliki pandangan negatif terhadap Islam. Baginya saat itu, Islam hanya identik dengan terorisme, potong tangan, diskriminatif terhadap perempuan, dan lain sebagainya. Namun, pandangan itu mulai berubah, ketika ia melakukan kunjungan ke Mesir. Di negeri Piramida itu, Idris Tawfiq menyaksikan ketulusan dan kesederhanaan kaum Muslimin dalam melaksanakan ibadah dan serta keramahan sikap mereka.

Baca selebihnya »

Agustus 20, 2009 Posted by | Muallaf | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.